Menu

P T

KONTAKPERKASA Futures

Blog Component

Dibantai Everton, Legenda Liverpool Desak MU Jual 3 Pemain

PT KONTAK PERKASA - Jamie Carragher menuding ada tiga pemain MU yang tampil di bawah performa belakangan ini. Legenda Liverpool itu menyarankan Ole Gunnar Solskjaer berbicara pada ketiganya agar MU tak semakin terpuruk.

MU kalah 0-4 melawan Everton, Minggu (21/4/2019). Keempat gol The Toffees dicetak oleh Richarlison, Gylfi Sigurdsson, Lucas Digne, dan The Walcott.

Kekalahan membuat MU masih tertahan di posisi keenam klasemen. Setan Merah mengoleksi 64 poin dari 34 laga.

"Pemain harus bertanggung jawab atas kekalahan ini. Mereka seharusnya melakukan hal yang lebih baik," kata Carragher seperti dilansir Express.

"David De Gea, Paul Pogba, dan Anthony Martial yang kelihatan paling menurun. Konsentrasi mereka seperti terganggu masalah kontrak," katanya menambahkan.

TEGAS 

Carragher menilai Solskjaer tak perlu ragu melepas para pemain bintangnya jika diperlukan. Ia yakin MU masih punya daya tarik untuk pemain bintang lain.

"MU adalah klub besar. Kehilangan beberapa pemain tak membuat mereka runtuh," kata Carragher.

"Manajemen MU terkadang lupa kalau mereka klub besar. Jangan biarkan para pemain ingin mendikte klub dalam urusan kontrak."

Hasil Liga Inggris

Manchester City 1-0 Tottenham

Bournemouth 0-1 Fulham

Huddersfield 1-2 Watford

West Ham 2-2 Leicester

Wolves 0-0 Brighton

Newcastle 3-1 Southampton

Everton 4-0 Manchester United

Cardiff 0-2 Liverpool

Arsenal 2-3 Crystal Palace

BACA JUGA : Teknologi yang Bisa RI Manfaatkan buat Pembangunan di Masa Depan

PT KONTAK PERKASA

Harga Minyak Tergelincir Imbas Persediaan AS Mengecewakan

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Harga minyak sedikit melemah seiring data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan persediaan turun dibandingkan laporan industri pada Selasa.

Harga minyak Brent menguat ke level tertinggi pada 2019 di awal sesi. Ini didukung oleh penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh the American Petroleum Institute (API) yang dilaporkan pada Selasa malam.

Namun, data resmi dari the Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan minyak mentah 1,4 juta barel, sekitar setengah dari penurunan yang dilaporkan API.

"Reli semalam didasarkan pada prediksi 3 juta barel per hari untuk minyak mentah. Anda akan membutuhkan katalis lain," ujar Direktur Mizuho, Bob Yawger, seperti dikutip dari lamanReuters, Kamis (18/4/2019).

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 10 sen menjadi USD 71,62 per barel. Selama sesi, kontrak menyentuh posisi USD 72,27 per barel, dan tertinggi pada 2019.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 29 sen per barel ke posisi USD 63,76 per barel.

Harga minyak menyentuh level tertinggi intraday di posisi USD 64,61 per barel, hanya sedikit lebih tinggi dari 2019 di kisaran USD 64,79 pada pekan lalu.

Selain itu, harga minyak terus didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di China. Ekonomi China tumbuh 6,4 persen pada kuartal I 2019.  Hasil kilang di China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia ini juga naik 3,2 persen pada Maret 2019 .

"Sisi permintaan bersamaan mendapat perangsang substansial melalui data China yang menunjukkan harga akan terus bergerak lebih tinggi pada peningkatan pertumbuhan global dan sentimen risiko," ujar Stephen Innes,  Head of Trading SPI Asset Management.

BACA JUGA : Sambut Hasil Quick Count, IHSG Melonjak 87,30 Poin

PT KONTAK PERKASA FUTURES 

IHSG Naik Terbatas di Awal Perdagangan Saham

PT KONTAK PERKASA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal sesi perdagangan jelang pemilihan umum (Pemilu).

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (16/4/2019), IHSG naik tipis 5,57 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.440,72. Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih menguat terbatas 6,9 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.442,14.

Indeks saham LQ45 menguat 0,08 persen ke posisi 1.015,21. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 112 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 41 saham melemah dan 117 saham diam di tempat. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.448,59 dan terendah 6.439,75.

Total frekuensi perdagangan saham 14.106 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 342,4 MILIAR. Investor asing jual saham Rp 15,97 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.060.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham aneka industri turun 0,24 persen dan sektor saham keuangan susut 0,01 persen.

Sementara itu, sektor saham infrastruktur menanjak 0,49 persen, sektor saham barang konsumsn dan industri dasar masing-masing menguat 0,40 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham HRME mendaki 25 persen ke posisi Rp 300 per saham, saham CPRI melonjak 22 persen ke posisi Rp 246 per saham, dan saham MTPS meroket 17,11 persen ke posisi Rp 1.095 per saham.

Sedangkan saham-saham SMDM merosot 6,76 persen ke posisi Rp 138 per saham, saham YELO merosot 5,93 persen ke posisi Rp 254 per saham, dan saham LRNA terpangas 4,27 persen ke posisi Rp 112 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,40 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,66 persen, dan indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,31 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,05 persen, indeks saham Singapura mendaki 0,05 persen dan indeks saham Taiwan naik 0,04 persen.

baca juga : Neraca Dagang Surplus, IHSG Bakal ke Zona Hijau

PT KONTAK PERKASA

Tagar WhatsApp, Instagram, dan Facebook Down Trending Topic Dunia

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Aplikasi Instagram, Facebook, dan juga WhatsApp, tidak bisa diakses pada hari ini, Minggu (14/4/2019).

Ketiga layanan ini sempat down di beberapa negara. Pantauan Tekno Liputan6.com, baik WhatsApp, Facebook, dan Instagram mulai tumbang sekitar 17.00 WIB.

Berhubung pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang banyak, tumbangnya layanan inipun langsung memicu reaksi para pengguna.

Pada saat yang bersamaan, pengguna ketiga aplikasi menumpahkan keluh kesalnya di Twitter. #whatsappdown pun langsung merajai trending topic di Twitter.

Kebanyakan twit dari pengguna bertanya-tanya mengapa layanan mereka bisa tumbang tiba-tiba. Lainnya marah-marah karena tidak dapat mengakses media sosial kesayangan mereka, dan beberapa berkelakar Twitter jadi tempat larinya pengguna tiga layanan tersebut tumbang.

WhatApp Web Tidak Bisa Diakses

Pada web.whatsapp.com misalnya, situs tak bisa dibuka sama sekali. Sementara saat menggunakan aplikasi, pesan yang dikirim tidak terkirim ke penerima.

Begitu juga dengan Facebook web yang tak bisa diakses. Sedangkan aplikasi Facebook tidak bisa memuat berbagai notifikasi yang masuk.

Laman Instagram pun mengalami masalah serupa. Kami tak bisa membuka laman Instagram web. Begitu pula dengan Instagram versi aplikasi yang tak bisa dimuat. 

(Dam)

BACA JUGA : Layanan Sempat Down, Facebook Minta Maaf

PT KONTAK PERKASA FUTURES 

Siap-Siap, BEI Bakal Panggil Emiten Terus Merugi

 KONTAK PERKASA FUTURES  - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku akan memanggil emiten yang tercatat terus merugi. Manajemen BEI akan mempelajari lebih lanjut terkait performa para emiten rugi tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, otoritas bursa membuka peluang untuk memanggil PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dan PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) untuk dimintai keterangan perseroan.

"Sedang dimintakan penjelasan, dengan beberapa perusahaan yang lain kita lakukan review laporan keuangannya. Jadi beberapa perusahaan yang memang kita butuh tanyakan performanya kita akan kirimkan," tutur dia di Gedung BEI, Jumat (12/4/2019).
Nyoman menambahkan, BEI berpeluang besar untuk melakukan proses hearing (jajak pendapat) dengan para emiten yang tercatat merugi. 

"Tindak lanjut perusahaan yang layak kita pertanyakan karena performa nya bentuknya permintaan penjelasan dalam hal mereka memberikan tanggapan dan membutuhkan pendalaman, nah kita baru hiring namanya," ujar dia.

Meski begitu, pihaknya menilai ada banyak aspek yang diperhitungkan untuk mengambil tindakan selanjutnya usai melakukan review terhadap perusahaan.

"Performa yang paling penting, main bisnisnya bagaimana dia mempertahankan sustainablity dan growth ekspektasi dari investor itu bagaimana dia mengatribusikan nanti dari pendapatan dan laba mendapatkan untuk dividen rencana ke depan prospek yang utama," ucap dia.

BACA JUGA : Philip Asset Management Rilis Reksa Dana ETF Perdana

KONTAK PERKASA FUTURES 

Rugi Sejak 2012, BEI Bakal Panggil Manajemen Krakatau Steel?

PT KONTAK PERKASA -  PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tercatat merugia sejak 2012. Sampai dengan tahun lalu, perseroan masih mencatat rugi sebesar USD 77,163 juta.

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Nyoman Gede Yetna mengatakan, otoritas bursa tidak akan serta-merta melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) hanya karena perusahaan terus merugi.

Lantaran, banyak aspek yang juga mesti dipertimbangkan oleh BEI. Misalnya saja, core business (bisnis inti) dari sebuah perusahaan.

"Saya pastikan, pertama kita lihat pergerakan atau progress per periode. Kita bandingkan per sektor. Misal sektornya memang lagi turun karena pricing, atau kebijakan-kebijakan tertentu sehingga industrinya tidak preferable berarti kan justifikasinya ada," tutur dia di Gedung BEI, Kamis (11/4/2019).

Dia melanjutkan, aspek lain yang turut diperhitungan BEI adalah industri lain yang bergerak di sektor yang sama dengan Perseroan.

"Tapi misal peer-nya lagi naik, tapi mereka (Krakatau steel) turun, maka kita akan masuk kehearing masing-masing board of director-nya (BOD), ini kenapa?" Jelasnya.

Kendati demikian, BEI membuka peluang untuk memanggil manajemen KRAS guna dimintai penjelasan terkait kerugian perusahaan yang berlangsung selama 7 tahun itu.

"Delisting itu kan tindakan luar biasa. Apakah ada tindakan panggilan atau obrolan, nanti saya pastikan Krakatau Steel ya," ucap dia.

Sebagai informasi, BUMN Krakatau Steel rugi pada 2012 sebesar USD 19,56 juta, 2013 sebesar USD 13,6 juta, kemudian 2014 naik menjadi USD 154,185 juta. Puncaknya terjadi 2015 yakni sebesar USD 326,514 juta.

Adapun mulai tahun 2016, KRASS menurunkan kerugian menjadi USD 180,724 juta, dan 2017 turun kembali menjadi sebesar USD 86,09 juta.

BACA JUGA : Investor Asing Jual Saham, IHSG Turun 10,07 Poin

PT KONTAK PERKASA

Industri Kosmetik Ditargetkan Tumbuh 9 Persen

KONTAK PERKASA FUTURES  - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industrikomestik bisa tumbuh 9 persen pada tahun ini. Hal ini seiring tren masyarakat yang mulai memperhatikan produk perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pertumbuhan tersebut akan didorong oleh permintaan pasar dalam negeri dan ekspor yang semakin meningkat setiap tahun.

Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar produk kosmetik yang cukup potensial, sehingga peluang ini menjanjikan bagi produsen yang ingin mengembangkannya.

“Kami menargetkan pada tahun ini, industri kosmetik dapat tumbuh hingga 9 persen,” ujar dia di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Kemenperin mencatat, pada 2017, industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan. Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetika nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Dari industri yang skala menengah dan besar, beberapa sudah mengekspor produknya ke negara-negara di ASEAN, Afrika, Timur Tengah dan tujuan lainnya,” kata dia.

Pada 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai USD 516,99 juta, naik 16 persen dibanding 2016 yang sebesar USD 470,30 juta.

BACA JUGA : Jangan Golput, Facebook Beri Informasi tentang Caleg di Aplikasi

KONTAK PERKASA FUTURES 

Survei BI: Penjualan Eceran Tumbuh 9,1 Persen pada Februari 2019

PT KONTAK PERKASA FUTURES  - Bank Indonesia (BI) merilis penjualan eceran pada Februari 2019. Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Februari 2019.

Indeks penjualan riil (IPR) dari survei penjualan eceran Bank Indonesia tumbuh 9,1 persen (year on year/YoY), meningkat dari 7,2 persen pada Januari 2019. Peningkatan penjualan eceran terutama bersumber dari subkelompok sandang dan kelompok barang budaya dan rekreasi.

Peningkatan subkelompok sandang tumbuh sebesar 33,7 persen (YoY), angka ini meningkat dibandingkan 27,9 persen (YoY) pada Januari 2019.

Peningkatan penjualan itu juga terjadi pada kelompok barang budaya dan rekreaksi yang tumbuh sebesar 26,5 persen (YoY), meningkat dari 21,5 persen (YoY) pada bulan sebelumnya.
Secara regional, pertumbuhan IPR Februari 2019 terjadi di sebagian besar kota yang disurvei. Peningkatan penjualan paling tinggi terjadi di Surabaya (55,5 persen YoY). Kemudian Manado (32,1 persen YoY).

Pada Maret 2019, kinerja positif penjualan eceran terjadi lima wilayah cakupan survei. Surabaya dan Manado kembali mencatat pertumbuhan penjualan paling tinggi masing-masing sebesar 48,1 persen (YoY) dan 34 persen (YoY).

Penjualan eceran diperkirakan tetap tumbuh tinggi pada Maret 2019. Hal ini diindikasikan oleh IPR Maret 2019 yang tumbuh mencapai 8 persen (YoY).

Pertumbuhan itu antara lain didorong oleh peningkatan penjualan subkelompok sandang dan kelompok suku cadang dan aksesori.

Penjualan itu didorong oleh penjualan subkelompok sandang yang tumbuh sebesar 40,6 persen (YoY) meningkat dari 33,7 persen (YoY) pada bulan sebelumnya dan kelompok suku cadang dan aksesori tumbuh 18,9 persen (YoY), meningkat dari 14 persen (YoY) pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA : IHSG Berpotensi Naik Terbatas, Simak Saham Pilihan Ini

PT KONTAK PERKASA FUTURES 

Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 124,5 Miliar di Akhir Maret 2019

PT KONTAK PERKASA - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2019 meningkat menjadi USD 124,5 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Februari 2019 yang tercatat USD 123,3 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menjelaskan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Jumlah tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," jelas dia dikutip dari keterangan tertulis, Senin (8/4/2019).

Peningkatan cadangan devisa pada Maret 2019 dipengaruhi antara lain oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

BACA JUGA : BI Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Lebih 'Jinak' di 2019

PT KONTAK PERKASA

BI: Ekonomi Indonesia Tahan Goncangan

KONTAK PERKASA FUTURES  - Gejolak yang terjadi di Perekonomian dunia diprediksi masih masih akan berlanjut. Negara-negara berkembang alias emerging markets, seperti Indonesia harus mampu menjaga kestabilan ekonomi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengungkapkan, situasi global saat ini yang cukup mengganggu emerging markets adalah normalisasi kebijakan suku bunga bank sentral AS dan perang dagang. Meskipun demikian, tekanan tersebut tidak sebesar tahun lalu.

"Jadi bagi negara-negara emerging market yang pengelolaan ekonomi makronya bagus, salah satunya seperti Indonesia, prudent lah, dengan inflasi yg rendah, dengan CAD yang terkendali," ungkapnya seperti ditulis pada Rabu (3/4/2019).

Mirza mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan tengah diusahakan untuk diturunkan ke kisaran 2,5 persen. Selain itu, defisit APBN bisa dijaga di bawah 2 persen. Hal ini menjadi modal bagi investor untuk melirik Indonesia untuk berinvestasi.

"Pertumbuhan kredit yang bahkan sudah bisa recover, kan yoy sudah mendekati 12 persen, sehingga investor sudah bisa membedakan antara negara yang memang secara global iklimnya mendukung emerging market," jelasnya.

"Jadi emerging market yang ekonomi makronya bagus ya kondisi pasar keuangannya diuntungkan. sedangkan kondisi emerging market yang kondisi makro dan politiknya tidak bagus ya, salah satunya Turki. Jadi investor yang di emerging market sudah bisa membedakan," imbuhnya.

Perhatian BI

Dia mengatakan ada beberapa hal yang diperhatikan BI dalam menentukan kebijakan moneternya. Pertama, adalah suku bunga bank sentral AS. "Satu, Fed fund rate, yang selama ini sekarang sudah melandai, sekarang porbability di-cut di 2020 sudah 70 persen. Dari sisi Fed fund rate mendukung EM," ujarnya.

Hal kedua yang diperhatikan BI adalah kinerja inflasi. Inflasi dalam periode 2015 hingga 2019, diupayakan agar terjaga stabil dan rendah di kisaran 3 persen.

"Ketiga, CAD. Jadi ya BI ya kita perhatikan CAD dan kita mau memastikan CAD itu menuju ke 2,5 persen PDB," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Stok AS Melonjak, Harga Minyak Melemah Terbatas

KONTAK PERKASA FUTURES 

View older posts »